Wanita

Wanita, jadilah seperti matahari.
Matahari yang memiliki manfaat besar bagi bumi, dan matahari yang apabila di pandang akan membuat orang yang memandangnya segera menunduk.

Menjadi wanita bermanfaat.
Menjadi wanita sederhana yang pandai menutupi dirinya agar tetap terjaga apik.

Cara Allah

Ingin dekat, di jauhkan.
Ingin jauh, di dekatkan.

Allah hanya tidak ingin hamba-Nya bergantung kepada sesama manusia. Dialah sandaran terbaik. Tidak mengecewakan, dan tidak meninggalkan. Butuh tidak butuh, sifatnya tetap wujud (ada). Berbanding terbalik dengan manusia yang berubah ghoib di waktu yang tak terduga.

Trouble

Masalah adalah teman. Terkadang ia hadir tanpa pertanda. Percayalah, tidak semua orang menyukai kita.

Di seluruh inchi bumi, pasti kita temui si pro dan si kontra. Nyatanya tidak semua orang lahir dengan sempurna.

Tugas kita hanya besiap, jangan memulai tanpa diserang. Dan hadapi tanpa melukai. Sebab balasan dendam terbaik adalah menjadi lebih baik. Jadi, perbakilah dirimu terus tanpa mendengar semua clotehan orang yang hanya membuatmu merunduk, down, tidak mau melanjutkan ikhtiarmu.

Sebab, kita lahir dan hidup di dunia ini bukan untuk membuatnya terkesan. Jadilah diri kita sendiri, sebab, kesuksesan sejati lahir dari diri sendiri. Boleh mencontek, tapi dalam hal kebaikan. Pada intinya, tetap kenali jati diri. Jangan melambung begitu tinggi, dan jangan tenggelam begitu dalam. Tetaplah pada pendirian sendiri.

Hamasah

Kesalahan tiada henti, memperbaiki tanpa henti. Sukses tidak abadi, kalah pun tidak abadi. Perputaran bumi mengajarkan, bahwa tidak selamanya putaran selalu ada di atas, begitupun di bawah.

Merangkak, berjalan, berlari, lewati masa itu, tanpa ada kata, aku lelah melanjutkannya. Ketika mengais keberkahan ilmu, beranggapanlah bahwa kau akan hidup selamanya. Sementara, pabila sedang bersimpuh di atas sajadah, berhadapan dengan Rabb, beranggapanlah, kalau kau akan mati setelahnya.

—Ahad, 23 Jumadil Akhir 1441 H

Ingin

Ingin bisa lebih terbuka. Ingin bisa lebih berani mengemukan pendapat, bukan diam saja menelan pendapat sendiri dan menyesal. Ingin lebih ceria, lebih aktif. Ya semua hanya berawal kata ingin.

Sulit menggapainya. Karena ini menyangkut sikap yang lahir sejak jiwa lahir di dunia yang fana ini.

Toleransi

Kata toleransi sudah tidak asing lagi bagi kita. Dan biasanya kata toleransi ini kita saut pautkan dengan perbedaan antara agama yang satu dengan yang lain. Padahal toleransi bukan hanya antara agama, tapi juga antara perbedaan lain yang ada di sekitar kita. Contohnya dalam perbedaan sikap.

Sikap yang buruk memang sangat mengganggu. Tapi jika kita tidak menemukan sosok orang yang bersikap buruk maka kita tidak akan bisa menguji sampai mana tingkat kesabaran kita dalam menghadapinya. Bagaikan sayur hanya memakai gula, tentu saja tidak sedap rasanya.

Semua orang pasti ingin menjadi baik. Hanya saja, mungkin ada sebagian orang yang sudah nyaman dengan sirkelnya yang membuat dia enggan untuk bergerak ke sirkel lain yang bisa saja lebih baik dan bisa membawanya ke jalan yang benar.

Atau ada juga mungkin yang ingin menjadi baik tetapi bingung harus memulai dari mana.

Selalu berpikiran baik kepada seseorang itu terkadang memang membuat kita jengkel. Tapi, jika kita berpikiran buruk terus kepada orang lain justru akan membuat hati kita kotor dengan firasat buruk.

Menjadi baik itu sulit, hargailah mereka yang berada di tahap itu. Rangkul terus meski hatimu pernah tersakiti olehnya. Balas dendam dengan keburukan itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain kebencian yang kian menambah. Tapi, balas dendam dengan kebaikan akan menghadirkan rasa kasih sayang dan perdamaian.

Setiap insan pasti memiliki sikap yang berbeda-beda, ada yang angkuh, ada yang menjengkelkan, ada yang pendiam, ada yang cuek, bahkan ada pula yang over tingkat dewa. Tidak usah di permasalahkan perihal itu. Kita harus belajar mewajarkannya, jika memang sudah terlalu menganggu, nasihatilah baik-baik. Jangan pernah nasihati orang di depan umum dengan suara meninggi seolah ingin di perhatikan orang lain kalau kamu sedang menasihatinya. Karena dengan seperti itu justru orang yang kamu nasihati akan membencimu, dan hatimu akan di penuhi sikap riya.

Mulai sekarang, marilah sama-sama kita toleransi dengan perbedaan yang ada di sekitar kita.

Salam, Aidahlia.

Iri

Iri dalam kebaikan sangat dianjurkan. Menjadi yang terbaik realitanya memang sulit. Tapi berusaha menjadi baik itu baik. Iri dalam artian ingin baik seperti dia yang baik. Tanpa ada niatan untuk menyingkirkan lalu menjatuhkan.

Menjadi orang baik itu sulit. Tapi, menjadi orang jahat itu mudah. Itulah janji setan kepada Allah. Dia tidak akan lelah membujuk kita untuk menemaninya di neraka.

Boleh iri dengan kelebihan orang. Berlomba dalam kebaikan itu memang di anjurkan.

Iri itu tanda tak mampu. Kata-kata itu sangat familiar dan sudah bosan mungkin di dengar. Tapi menurut saya pribadi, kata-kata itu memang benar adanya jika iri tersebut di condongkan ke arah negatif.