ZINA

Dari zina, sampai mutilasi.
Dari zina, sampai pemerasan.
Dari zina, sampai penyakit.
Dari zina, sampai hancur keluarga.
Dari zina, sampai sakit jiwa.
Dari zina, sampai aborsi.


“Janganlah dekati zina, sungguh zina itu perbuatan keji, dan jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra: 32).

Dari kata “jangan dekati” kita bisa pahami, bahwa zina itu memang benar-benar harus dihindarkan. Jangankan melakukan, bahkan Allah pun sudah melarang untuk mendekati.

DARI GELAP MENUJU CAHAYA

Gelap itu ketika hati masih mencari selain Allah ﷻ, condong pada dunia, berharap tepuk tangan manusia.

Mungkin kita pernah dalam posisi itu, saat iman sedang terpuruk, mulut menyebut nama-Nya tapi hati menghadap pada selain-Nya.

Ya, yang dicari masih sebatas dunia, pengakuan, penghargaan, penilaian, kekaguman, cinta, dan pujian manusia.

Sangat tidak nyaman hidup seperti itu bukan? Akan mudah sekali lelah, gelisah, marah, banyak kecewa, sering tersinggung, gampang sakit hati, dan lain sebagainya. Begitulah keadaan saat kegelapan hati melanda.

Sampai akhirnya ‘rasa’ itu hadir, dan seringkali memang dihadirkan oleh pengalaman hidup dalam bentuk kepahitan, kesakitan, kesusahan, kesempitan, atau bentuk lainnya yang rasanya tidak enak.

Seperti yang dikatakan Imam Syafii:

“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan atasmu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui betapa Allah sangat mencemburui hati yang berharap kepada selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya.”

Cahaya hati itu berupa rasa butuh, rasa harap, rasa hina di hadapan Allah ﷻ. Bergantung dan bersandar penuh hanya pada-Nya, berpuas diri dengan penilaian-Nya.

Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab.

Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:

وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.”

(Qs. An-Nuur: 31)

Demikianlah perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan.

Allahu A’lam.

➖➖➖➖➖
Sumber: Muslimah.or.id

Keluhkan Semua Masalahmu Hanya Kepada Allah Ta’ala

Jangan gundah apabila tertimpa masalah. Keluhkan semua masalahmu kepada Allah, insyaallah akan diberikan petunjuk oleh-Nya.

Ingatlah engkau masih punya Rab yang akan selalu memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan.


Allah Ta’ala berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

(QS. Al Baqarah 286)

Wallahu a’lam.

➖➖➖➖➖
Sumber: Fiqih Wanita.

Waspadalah Wahai Para Wanita.

Wahai para wanita … tahukah kamu bahwa:

▪️ Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu.

▪️ Semakin sang lelaki menghayalkanmu, semakin berhasrat denganmu, maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu.

▪️ Janganlah kamu menyangka senyuman yang kamu tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari, apalagi keelokan tubuhmu.

▪️ Jika kamu menjaga kecantikan dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu, maka kamu kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah.

▪️ Akan tetapi jika kamu umbar kecantikan dan kemolekanmu, maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad, menjadi santapan cacing dan ulat, dan di akhirat kelak bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam.

📖 Muslimah.

Hargailah Denyut Napas Kita

Hargailah denyut napas yang diberikan oleh Allah.

Sesungguhnya, nyawa yang dianugerahkan umpama baterai pada sebuah kereta. Tanpa baterai, kereta tidak akan dapat dihidupkan.

Ada baterai yang menunjukkan tanda untuk rusak. Ada juga yang tiba-tiba saja rusak. Begitulah nyawa kita, adakalanya tanpa tanda, kita dipanggil illahi.

Hidup ini lawannya adalah mati, lawan surga adalah neraka. Semua ciptaan Allah mempunyai lawan. Yang tiada lawan hanya Allah saja.

Sadarilah, kita semua adalah tamu. Apabila disebut sebagai tamu, artinya kita hanya menumpang sesuatu yang bukan milik kita. Maka tidak boleh sesuka hati melakukan apa yang kita mau.

Marilah kita gunakan usia yang masih diberi ini untuk mentaati-Nya dengan penuh kehambaan. Usia kita ini tidak lama karena setiap detik, setiap waktu, kita semua sedang dalam perjalanan menuju untuk bertemu illahi.

Prasangka Buruk

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dustanya ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

HR. BUKHARI & MUSLIM

3 PESAN RASULULLAH

Dari Abu Dzar, ia berkata: Rasulullah bersabda kepadaku:

1. Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada.

2. Ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik niscaya kebaikan akan menghapusnya.

3. Dan pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang mulia.

➖➖➖➖➖
Sumber: HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Birri Washshilah, hadits no. 1987. At-Tirmidzi mengatakan: Hadits ini hasan shahih. Asy-Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi.

Be You’re Self.

Terlalu malas dicaci, terlalu ambis dicaci, ketahuilah, segala yang mereka lihat tentang kita tak akan sebaik saat mereka melihat dirinya di depan kaca.

Ego, ya itu ego. Iri, ya itu juga iri. Namun yang lebih tepat adalah, penyakit hati.

Be you’re self guys. Lakukan apa yang mau kamu lakukan. Janganlah berinterdepedensi dengan omongan orang. Mereka yang menjelekimu adalah mereka yang ingin menjadi dirimu. Mereka yang menjelekimu adalah mereka yang gagal berjuang sebelum berperang. Mereka yang menjelekimu adalah mereka yang gagal karena penyakit hatinya.

Jengah melihat orang sukses, merasa sebal melihat orang mendapat perlakuan baik.

Garis bawahi.

Ilmu adalah mahkota.

For you, yang terus merasa kesal dengan apa yang orang lain dapatkan. Jangan iri. Mereka mendapatkan itu berkat perjuangannya. Kita tidak tahu sekeras apa perjuangannya, kita tidak tahu berapa aliran peluh membasahi tubuhnya. Bahkan kita juga tidak tahu, apakah darah, airmata, dan luka menyertainya juga atau tidak.

For you, yang dihantui cemoohan orang karena dianggap terlalu ambisius padahal itu bentuk perjuanganmu untuk meraih cita. Be you’re self. Aku tahu, tidak enak rasanya diperlakukan seperti itu. Rasanya … bagaikan, kamu sudah berusaha memanjat tebing, saat sudah sampai di tempat tujuan, omongan orang lain itu mendorongmu hingga jatuh ke titik dasar kembali. Rapuh, malas, rasanya, mau mengkahiri apa yang telah kamu usahakan itu ‘kan?

Menunduklah untuk bangkit, berdongaklah ke arah yang baik untuk memecut semangat diri, asal jangan menoleh kanan kiri, di sanalah para netizen bermulut cabai menanti. Tanamkan ilmu padi, dan tetap ada Allah di hati.

Salam dariku, Aidahlia.